Skip to main content

Posts

Showing posts with the label linux

[Solved] Akses DB MYSQL via SSH Tunneling

Beberapa hari lalu konfigurasi untuk server agar databasenya bisa dibuka untuk akses via SSH Tunneling. Prosesnya cukup mudah, cukup aktifkan bind-address di my.cnf agar bisa diakses dari segala alamat bind-address=0.0.0.0 Setelah itu jangan lupa aktifkan TCP forwarding di SSH nya di /etc/ssh/sshd_config AllowTcpForwarding Yes  Kemudian bisa direstart service SSH nya dengan service sshd restart. Setelah itu coba akses dengan database client anda.  

[KDE] Missing sound tray after upgrade to 20.04

Sedikit membahas tentang kemarin habis upgrade KDE neon dari 18.04 ke 20.04 ternyata meninggalkan sebuah error yaitu icon sound di tray menghilang. Tapi audio bisa berjalan dengan normal ketika saya coba command speaker-test.  Solusinya adalah melakukan install ulang plasma-pa dengan menggunakan perintah berikut ini sudo apt-get install plasma-pa Setelah itu silahkan logout atau restart komputer anda

[Chrome] Mengatasi HTML5 Video yang choppy

Sudah lama ngga nulis lagi, kali ini saya mencoba migrasi dari KDE ke Gnome 3 dimana masih menggunakan distro KDE Neon. Setelah semuanya terinstall, kembali bernostalgia dengan Gnome yang sekarang tampilanya mirip dengan Unity. Beberapa masalah muncul dari GTK yang agak tidak stabil di Gnome 3, dan masalah html5 video playback di Chrome. Masalah ini sebelumnya tidak muncul di KDE.  Gejala - gejala yang terasa adalah, ketika anda menonton video youtube fullscreen, maka kadang video akan tersendat dan harus menggerakan cursor untuk melanjutkan video. Jika anda mengalami masalah yang sama seperti saya, caranya cukup simple yaitu dengan menonaktifkan Hardware Acceleration di Pengaturan Chrome.  Masuk ke Settingan Chrome dan ketik saja pencarian dengan keyword "hardware" dan disable bagian Use hardware acceleration when available

Gagal Pairing Mifa dan Linux

Mifa M1 merupakan speaker bluetooth yang saya biasa gunakan sebagai speaker andalan ketika berpergian karena bentuknya mini dan daya tahan baterainya luar biasa, suaranya juga tidak kalah. Baru kali ini saya mencoba pairing menggunakan komputer saya, biasa hanya pairing ke HP maupun tablet. Terdapat kendala ketika akan saya pairing ke komputer saya yang menggunakan Linux. Komputer saya tidak bisa melakukan pairing, selalu mental. Namun saya menemukan solusi untuk melakukanya hingga sukses. Ikuti perintah berikut ini jika anda menemui masalah yang sama. Saya sedang menggunakan kernel 4.10.0-37 $ bluetoothctl [bluetooth]# power on [bluetooth]# agent on [bluetooth]# default-agent [bluetooth]# scan on [NEW] Device XX:XX:XX:XX:XX:XX Mifa M1 [bluetooth]# scan off [bluetooth]# trust XX:XX:XX:XX:XX:XX [bluetooth]# pair XX:XX:XX:XX:XX:XX Attempting to pair with XX:XX:XX:XX:XX:XX [CHG] Device XX:XX:XX:XX:XX:XX Connected: yes [CHG] Device XX:XX:XX:XX:XX:XX UUIDs: ... [CHG] Devic...

[SOLVED] [Ubuntu] Gagal Mount Partisi Windows 10

Harusnya ini masuk blog linux saya satunya cahunix.blogspot.com, tapi karena malas ganti akun, akan saya posting disini saja. Pernah ngalamin seperti ini ketika kamu dual boot Windows 10 dengan Ubuntu ? Gagal Mounting Partisi Windows Hal ini sering saya alami ketika saya melakukan hibernate dulu pada jaman masih pakai Windows 7. Sepertinya di Windows 10 secara default mengaktifkan fast shutdown, menjadikan hal ini nggak bisa dihindari. Solusinya adalah dengan mounting secara read - only atau menggunakan tools ntfsfix pada linux untuk membenahi partisi NTFS Windows $ ntfsfix /dev/sdaX

Welcome Raspberry Pi 2

Akhirnya datang juga hari Senin, 16 Maret 2015 dengan selamat dan sehat seperangkat Raspberry Pi 2 + Case + Adaptor 2.5A. Kebetulan saya pesan online dari Tokopedia dengan harga yang menurut saya paling murah sekitar 580 ribu untuk Raspberrynya. Total harga sekitar 721 dengan case dan adaptor. Casenya standar sebenarnya punya Raspberry Pi B+ namun juga bisa dipakai di Raspberry Pi 2. Sedangkan adaptornya cukup bagus merk Philips dengan output 2.5A. Barang sampai langsung rakit dan langsung isi dengan Raspbian yang berbasis Debian. Cukup menyenangkan mempunyai mini-komputer yang aktif 24x7 dan hemat listrik yang saya gunakan sebagai server dirumah. Masih belum sempat banyak ngoprek alat ini, tunggu saja perkembangannya. Tertarik dengan port GPIO nya yang melambai-lambai. Stay tune!

[OpenWRT] ExRoot Menggunakan SD Card Modem

Selamat malam, selamat berjumpa kembali :)  Kali ini saya akan share percobaan yang baru saja saya lakukan, dan beruntungnya berhasil saya lakukan, jadi saya share sekalian buat mengingat-ingat langkah - langkahnya. Artikel exroot sebelumnya sudah saya pernah saya bahas, namun kala itu saya menggunakan flashdisk sebagai media exrootnya, saya waktu itu menggunakan flashdisk dengan ukuran 256 MB merk PixelView, flashdisk yang sudah berumur sekitar 7 tahun dan sampai sekarang masih normal. Namun saatnya dia pensiun :(  Saya ingin menggantikanya dengan sebuah microSD yang memang sedang nganggur bekas HP. Saya menggunakan microSD yang kebetulan sudah SDHC dengan merk SanDisk ukuran 16 GB yang saya partisi menjadi 14 GB dengan tipe ext4 dan 900 MB untuk partisi swapnya.  PASTIKAN FORMATNYA EXT4 UNTUK ROOT Alat dan bahan yang saya gunakan Modem Huawei E173  - Modem paling kompatibel di semua OS menurut saya :) microSD ukuran terserah, pastikan sudah dipa...

Raspberry Model B+

Raspberry Pi model B+ akhirnya resmi dirilis di situsnya yang dapat anda kunjungi di http://www.raspberrypi.org/introducing-raspberry-pi-model-b-plus/ . Hal ini semakin membuat saya galau saja, belum kesampaian mengicipi model B sudah muncul saja model yang baru B+. Dari segi harganya diberitakan akan sama yaitu sekitar $35, antara Rp. 400 - 450 ribu mungkin sampai Indonesia. Menurut situsnya, model B+ ini akan memiliki chip aplikasi prosesor yang sama yaitu model BCM2835 buatan Broadcom, dapat anda lihat selengkapnya di http://www.broadcom.com/products/BCM2835 . Begitu juga dengan RAMnya yang sama dengan model sebelumnya yaitu sebesar 512 MB. Berikut adalah daftar perbedaan dari model B+ dengan model B : Pin GPIO , dibanding model B yang hanya 26 pin, model B+ ini dapat mencapai 40 pin. Port USB, dibanding dengan model B, jumlah port USB 2.0 pada model B+ mencapai 4 port Slot Micro SD , pada model ini sudah tidak menggunakan SD Card, namun sudah menggunakan micro SD. Hemat d...

GNOME fallback mode to full mode on Kali

Harusnya postingan kali ini saya share di blog Linux saya ( http://cahunix.blogspot.com ) tapi karena sudah terlanjur login yang ini, males mau pindah akun. Kali memang pada dasarnya adalah distro yang dirancang untuk pentesting, jadi tampilanya kurang begitu diperhatikan. Sekedar pengen sharing saja bagaimana cara mengaktifkan mode full GNOME yang pada umumnya pada installer bawaan dari Kali menggunakan fallback mode. Sehingga tampilanya kurang begitu menarik. Perhatikan step - step berikut untuk mengaktifkan GNOME full mode : Cek dulu apakah memang GNOME pada fallback mode, ketikkan pada terminal, "gsettings get org.gnome.desktop.session session-name" (tanpa petik) Jika return yang ditampilkan 'gnome-fallback' berarti anda memang berada pada mode fallback Untuk menampilkan GNOME full, ketikkan pada terminal, "dbus-launch gsettings get org.gnome.desktop.session session-name 'gnome'" (tanpa petik dua) Kemudian lakukan reboot dan lihat apakah...

ZTE MF190J not recommended for LINUX!

ZTE MF190J adalah modem GSM yang kebetulan milik saya dan sebagai pengguna operating system Linux sangat tidak puas dengan modem ini. Namun jika anda sebagai pengguna operating system lain, mungkin tidak akan ada masalah, kecepatan modem ini juga lumayan, mampu melakukan koneksi hingga HSPA 21.1 Mbps.  Kekecewaan saya pada saat menggunakan modem ini yang pertama adalah, modem ini BERAT . Berat dalam hal ini adalah, dia memakan arus yang cukup tinggi, pada komputer desktop saya, dia hanya bisa dideteksi ketika masuk ke USB 3.0 saja, sedangkan ketika dipindah ke USB 2.0 dia tidak terdeteksi sama sekali. Hal ini juga dibuktikan ketika saya mencobanya di WhiteBox , modem ini juga tidak bisa "diangkat", lampu modem tidak menyala pada saat ditancapkan. Sekiranya harus didukung dengan power tambahan untuk menyalakan modem ini pada WhiteBox . Faktor lain mengapa saya menyebutkan modem ini tidak cocok untuk di Linux karena memang kemarin saya menemui kebuntuan dalam konfigurasi m...